Wikipedia Online

Hasil penelusuran

Tampilkan postingan dengan label Health Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health Info. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2013

Mengatasi Perasaan 'Homesick'


Saat anda harus berada jauh dari rumah dan keluarga baik itu untuk melanjutkan sekolah maupun bekerja dalam jangka waktu yang lama, pasti anda akan merasa sangat rindu dengan rumah atau biasa juga disebut homesick. Bulan-bulan pertama jauh dari rumah anda biasanya menjadi waktu paling sulit untuk mengatasi homesick.

Homesick memang bisa dikatakan sangat wajar terjadi dan akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi anda yang belum terbiasa, namun yang harus diwaspadai adalah efek yang ditimbulkan jangan sampai menganggu kinerja anda baik dalam melakukan tugas kantor maupun tugas belajar.

Nah, jika saat ini anda sedang berada jauh dari keluarga dan temam-teman serta merasakan homesick, ada baiknya anda mencoba beberapa tips di bawah ini untuk menghilangkan rasa homesick,
 

  1. *Berpikiran positif
Hari-hari sampai bulan-bulan pertama memang menjadi masa-masa paling sulit ketika anda harus berada jauh dari rumah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga pikiran anda tetep positif dan tidak menjadi kacau. Yakinkan pada diri anda sendiri kalau rasa tidak nyaman yang sedang anda rasakan itu akan berlalu seiring jalannya waktu dan anda bisa melalui fase yang tidak menyenangkan ini karena pada dasarnya anda bukanlah satu-satunya orang yang harus berada jauh dari rumah.
 

  1. *Manfaatkan internet
Jika ada bekerja di dalam kantor yang menyediakan fasilitas internet, sebaknya gunakan fasilitas itu sebaik mungkin untuk berhubungan melalui email, Skype dan lainnya dengan keluarga atau orang-orang yang anda sayangi. Jika perlu gunakanlah webcam untuk membuat anda merasa semakin dekat dan tidak terpisah jarak yang terlalu jauh dengan keluarga.
 

  1. *Carilah teman
Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi homesick adalah dengan mendapatkan teman di tempat anda tinggal sekarang sehingga anda bisa menghabiskan waktu dengan menyenangkan dan tidak teringat-ingat dengan keluarga anda yang berada jauh dari tempat anda tinggal. Untuk itu, jangan pernah sungkan untuk mencari teman yang sebanyak-banyaknya dan bergabung dengan mereka.

  1. *Nikmati momen dengan maksimal
Bersyukurlah dengan apa yang sudah anda raih sekarang walaupun itu harus ditukar dengan konsekuensi anda jauh dari rumah. Isilah waktu senggang anda dengan mengeksplorasi tempat tinggal baru anda dan jelajahilah hal-hal yang khas dan unik yang terkenal dari tempat itu sehingga anda tidak akan merasa kesepian lagi.


Sabtu, 04 Mei 2013

Warning: Penyakit Kista Ovarium pada remaja dan orang dewasa!

Apa itu kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium. 

Perbedaan Kista dengan Mioma
Kista berbeda dengan mioma. Kista berbentuk cairan, sedangkan mioma berbentuk massa solid (tumor). Kista biasanya tumbuh dalam ovarium (indung telur) wanita, sedangan mioma pada dinding rahim wanita. Pada kenyataannya, seorang wanita bisa mengalami baik kista maupun mioma secara bersamaan. 


Bagaimana Kista Terbentuk
Wanita normal biasanya memiliki dua ovarium seukuran kenari di sisi kiri & kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen akan memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk haid bulanan.
Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan biasanya terjadi pada salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati. 


Jenis-Jenis Kista Ovarium


1. Kista Corpus Luteum:
Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan operasi. 


2. Kista hemorrhagic: 
Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.


3. Kista dermoid:
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted). 


4. Kista Endometrium:
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas). 

5. Kistadenoma:
Yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih diameternya.


6. Polycystic-appearing ovary:
Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.


7. Sindrom Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom - PCOS):
PCOS adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal ini terjadi karena ovarium memproduksi hormone androgen secara berlebihan, dan bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).
PCOS dapat memiliki gejala seperti: bulu lebat tumbuh, wajah berjerawat, ataupun gangguan siklus haid. Komplikasinya dapat berupa meningkatnya resiko penyakit jantung, kolesterol, Diabetes Mellitus tipe 2 maupun tekanan darah tinggi sebagai akibat resistansi insulin. Selain itu juga dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila jarak antar periode haid > 60 hari.
Penyakit PCOS ini, juga seringkali diasosiasikan dengan infertilitas, meningkatnya resiko keguguran & komplikasi kehamilan, dan perdarahan di luar siklus haid.
Sayangnya, penyakit ini sangat lazim terjadi, yaitu menimpa sekitar 4-7% wanita usia reproduksi. 


Penyebab Kista Ovarium
Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki:- riwayat kista ovarium terdahulu- siklus haid tidak teratur- perut buncit- menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)- sulit hamil- penderita hipotiroid- penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)


Gejala dan Diagnosa Kista Ovarium
Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak sengaja terdeteksi melalui USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala ini:


- Kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusukSiklus haid tidak teratur

  • Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
  • Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
  • Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
  • Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
  • Mual dan muntah
  • Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina
Biasanya wanita baru memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit sudah tak tertahankan, pingsan, ataupun mengalami perdarahan yang luar biasa hebat hingga lemas/anemia.
Dokter spesialis kandungan (Obsgyn), biasanya akan melakukan test mulai dari USG, CT Scan, test darah, seperti CA125 - ovarium tumor marker test, ataupun test kehamilan untuk mendeteksi kehamilan anggur.


Pengobatan Kista Ovarium
Studi menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) dapat menurunkan resiko terkena kista ovarium, karena mencegah ovarium memproduksi telur.
Kista berukuran besar dan menetap setelah berbulan-bulan biasanya memerlukan operasi pengangkatan.
Selain itu, wanita menopause yang memiliki kista ovarium juga disarankan operasi pengangkatan untuk meminimalisir resiko terjadinya kanker ovarium. Wanita usia 50-70 tahun memiliki resiko cukup besar terkena kanker jenis ini.
Bila hanya kista-nya yang diangkat, maka operasi ini disebut ovarian cystectomy. Bila pembedahan mengangkat seluruh ovarium termasuk tuba fallopi, maka disebut salpingoo-ophorectomy.
Faktor-faktor yang menentukan tipe pembedahan, antara lain tergantung pada: usia pasien, keinginan pasien untuk memiliki anak, kondisi ovarium dan jenis kista.
Kista ovarium yang menyebabkan posisi batang ovarium terlilit (twisted) dan menghentikan pasokan darah ke ovarium, memerlukan tindakan darurat pembedahan (emergency surgery) untuk mengembalikan posisi ovarium.


Kista dan Kehamilan
Kista ovarium berukuran kecil biasanya tidak membahayakan janin dan tidak beresiko menimbulkan komplikasi kehamilan. 
Kista ovarium berukuran besar (6-8 cm) dapat menimbulkan masalah bagi ibu hamil. Kadang-kadang, kista ini tumbuh pada batang yang memutar dan pecah, menyebabkan rasa sakit pada Ibu. Meskipun substansi yang pecah ini tidak membahayakan pertumbuhan janin, namun rasa sakit yang luar biasa dapat memicu kelahiran prematur ataupun keguguran. 
Dokter biasanya akan memberikan obat pereda sakit yang aman bagi Ibu dan janin sambil terus mengamati perilaku kista. Biasanya kista mengecil dan menghilang dengan sendirinya pada trimester kedua kehamilan. Bila tidak juga ada tanda-tanda mengecil ataupun pecah, operasi pembedahan mungkin disarankan. 


Alternatif Pengobatan Kista

Untuk benar-benar bebas dari kista, seorang wanita perlu menjaga berat badan (tidak gemuk di daerah perut), diet sehat (mengurangi konsumsi daging) dan rajin berolah-raga.